0856 0986 0882 STOKIS NASA JAMBI
0856.0986.0882 sms 0856.0986.0882 0856.0986.0882 admin@stokisnasajambi.com
Agen Resmi Nasa Jambi Sedia Pupuk Organik Kelapa Sawit Karet Kopi Pinang dan Herbal Kesehatan Kecantikan dan Perawatan Tubuh Open Order dan Keagenan 085609860882

Cara Budidaya Buah Naga Agar Siap Panen

Tuesday, October 30th 2018.

0856.0986.0882, Budidaya Buah Naga, Budidaya Buah Naga Pdf, Budidaya Buah Naga Dalam Pot, Budidaya Buah Naga Kuning, Budidaya Buah Naga Nasa, Budidaya Buah Naga Di Dataran Tinggi, Budidaya Buah Naga Ppt, Budidaya Buah Naga Organik, Budidaya Buah Naga Merah Dalam Pot, Budidaya Buah Naga Merah

Cara Budidaya Buah Naga

Buah Naga ialah salah satu buah yang tidak asing lagi untuk pertanian di indonesia. Budidaya buah naga secara organik, bisa menghasilkan buahΒ  berkualitas lebih baik. Keuntungan dari kiat budidaya buah naga secara organik ialah buah yang didapatkan sehat tanpa adanya residu bahan kimia yang berbahaya untuk tubuh insan dan lingkungan sekitar. Dengan demikian perusakan lingkungan baik air, udara, maupun tanah oleh penyampaian pestisida dapat dikurangi.

Penggunaan bahan organik pun dapat membalikkan kesuburan tanah, sampai-sampai tanah dapat digunakan guna proses budidaya pertanian berkelanjutan. Sejauh ini di Indonesia sistem budidaya buah naga masih menggunakan tidak sedikit bahan kimia, baik tersebut pemupukan maupun pemakaian pestisida. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dengan tidak diimbangi dengan pemberian pupuk organik malah berpotensi menurunkan tingkat kesuburan tanah dalam kurun masa-masa tertentu.

Bagaimana teknik budidaya buah naga? Memang tidak sedikit pertanyaan masyarakat tentang bagaimana teknik menanam buah naga. Berikut ini diterangkan bagaimana teknik budidaya buah naga.

Syarat Tumbuh Tanaman Buah Naga

Syarat tumbuh tumbuhan buah naga tidak bertolak belakang jauh dengan tumbuhan kaktus atau tumbuhan gurun pasir lainnya. Karena berasal dari wilayah gurun pasir yang panas dan kering maka buah naga lazimnya tumbuh baik di dataran rendah sampai menengah, yakni :

Buah naga sepesies Hylocereus undatus, yakni buah naga dengan daging putih bakal tumbuh baik pada elevasi kurang dari 300 mdpl.
Sedangkan buah naga spesies Hylocereus costaricensis, yakni buah naga dengan daging super merah (super red) tumbuh baik pada elevasi 0-100mdpl.
Sementara tersebut buah naga spesies Selenicereus megalanthus, yakni buah naga dengan kulit kuning, daging putih tanpa sisik, bakal tumbuh baik pada wilayah dingin dengan elevasi lebih dari 800 mdpl.
Tanaman buah naga lebih menyukai situasi kering dikomparasikan dengan situasi basah dengan curah hujan rendah yakni 720 mm/tahun. Buah naga masih bisa tumbuh pada curah hujan tinggi yakni antara 1.000-1.300 mm/tahun, akan namun rentang terserang penyakit busuk akar dan busuk batang. Hal ini diakibatkan tanaman buah naga tidak tahan genangan air.

Tanaman buah naga pun membutuhkan pencahayaan cahaya matahari penuh. Oleh karena tersebut lokasi penanaman buah naga usahakan dilaksanakan di lahan tersingkap tanpa naungan. Lahan terbuka pun memberikan sirkulasi udara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman. Susu udara ideal untuk perkembangan buah naga antara 26-36 derajat C.

Kondisi tanah yang disukai ialah tanah yang gembur serta tidak sedikit berisi bahan organik dan hara. pH tanah optimal antara 6-7. Pada tanah masam mengakibatkan akar tumbuhan menjadi pendek dan rusak.

Meskipun tahan terhadap kekeringan, bukan berarti tumbuhan buah naga tidak membutuhkan air. Air merupakan keperluan vital untuk tanaman. Oleh sebab itu, air mesti terdapat dengan baik. Hindari tempat yang gampang tergenang ketika musim hujan, sebab tanaman buah naga adalahtanaman yang sensitif terhadap keunggulan air.

Persiapan Teknis Budidaya Buah Naga

Pemilihan tempat budidaya buah naga butuh diperhatikan, urusan ini bertujuan untuk mengisi syarat tumbuh yang optimal untuk pertumbuhan buah naga. Pemilihan tempat yang tepat bakal menjadi hal kesatu yang menilai keberhasilan budidaya buah naga.

Setelah menilai tempat budidaya maka tahapan selanjutnya ialah melakukan pengukuran pH tanah guna menilai jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran dapat dilakukan dengan kertas lakmus, PH meter, atau cairan PH tester. Pengambilan titik sampel dapat dilakukan dengan teknik zigzag.

Teknik Budidaya Buah Naga

A. Persiapan Lahan Budidaya Buah Naga

Persiapan tersebut merangkum pemasangan tiang panjatan, pembersihan lahan, serta pengolahan lahan.Buah naga adalahtanaman merambat sampai-sampai dibuthkan tiang panjatan guna menopang perkembangan batang dan cabangnya. Bentuk atau model tiang panjatan dalam budidaya buah naga terdapat macam, yaitu format tunggal dan format kelompok atau pagar. Tiang panjatan mesti powerful dan dapat bertahan selama sejumlah tahun sebab umur tumbuhan buah naga yang panjang.

B. Pembersihan Lahan

Lahan yang akan dipakai untuk budidaya buah naga perlu dimurnikan dari semak, gulma, dan sampah. Semak atau pohon kecil yang terlihat di lahan dicukur sampai pangkal batan atau dicabut supaya tidak tumbuh kembali. Sementara guna cabang dan ranting pohon yang telah besar dicukur sampai pangkal cabang atau ranting. Gulma yang tumbuh di lahan pun harus dimurnikan dengan teknik dicangkul tipis-tipis.

C. Pengolahan lahan Dan Pemupukan Dasar

Lahan yang telah bersih lantas dicangkul di sekitar wilayah penanaman buah naga. Pecangkulan bertujuan supaya lapisan tanah bawah dapat tercampur dengan lapisan tanah atas sampai-sampai penyebaran humus atau bahan organik dapat merata ke semua lapisan tanah. Dengan demikian, tanah menjadi gembur dan subur sampai-sampai akar tumbuhan buah naga bisa menyerap bagian hara dengan baik.Lahan dengan pH tanah < 6 mesti dilaksanakan pengapuran dengan takaran 1,2 ton/ha ditabur merata keseluruh lahan. Selanjutnya penciptaan lubang tanam cocok dengan model tiang panjatan yang digunakan.

Setelah 1 minggu lantas Lakukan pemupukan dengan memakai Pupuk Organik Nasa yang berupa super nasa dengan takaran 3 Kg/ hektar.Siramkan di dekat lubang tanam. Dan tidak boleh lupa tambahkan pun agensia hayati, laksana Natural Glio + pupuk kandang yang sudah di fermentasikan dulu sekitar 2 minggu.Lalu tutup tipis dengan tanah di atas pupuk kandang yang sudah di fermentasikan dengan Natural Glio tersebut. Natural glio bermanfaat untuk menangkal serangan penyakit sesudah penanaman. Langkah selanjutnya ialah membuat saluran berupa parit diantara baris tanaman. Pembuatan saluran bertujuan guna menampung keunggulan air pada ketika musim hujan.

D. Persiapan Pembibitan Tanaman Buah Naga

Keberhasilan budidaya buah naga tidak terlepas dari usaha penyiapan bibit yang berkualitas. Bibit yang bagus , sehat, serta bebas hama penyakit merupakan sejumlah ciri bibit yang berkualitas. Bibit yang sudah dipersiapkan dengan baik bakal menghasilkan tumbuhan yang sehat dan dapat berproduksi optimal. Jumlah keperluan bibit tergantung dengan sistem budidaya yang digunakan. Perbanyakan bibit dapat dilaksanakan dengan dua cara, yakni :

Perbanyakan generatif ialah perbanyakan memakai biji buah naga. Keuntungan memakai teknik perbanyakan generatif yakni dapat didapatkan bibit dalam jumlah yang tidak sedikit dengan ongkos yang murah. 1 buah naga paling tidak mengandung 1.000 biji. Namun teknik ini tidak cukup populer dan jarang dilaksanakan oleh pembudidaya buah naga sebab membutuhkan masa-masa yang paling lama dan tidak banyak lebih susah jika dikomparasikan dengan kiat perbanyakan vegetatif. Disamping tersebut untuk menemukan biji yang bernas dan berkualitas juga aga susah, sebab harus diperlukan buah yang benar-benar tua dan sehat. Seleksi bijii yang berbobot berkualitas juga sulit dilaksanakan karena ukuran biji yang paling kecil dan mempunyai penampakan yang sama. Oleh sebab itu, pada tulisan ini melulu akan dibicarakan tentang kiat dan teknik perbanyakan vegetatif.

Perbanyakan vegetatif ialah perbanyakan tumbuhan dengan menggunaka unsur dari tanaman tersebut sendiri. Teknik perbanyakan ini membutuhkan ongkos yang mahal, namun tingkat keberhasilannya lebih tinggi disamping masa-masa yang diperlukan pada fase pemeliharaan lebih singkat. Keuntungan beda dari perbanyakan vegetatif yaitu bisa jadi tanaman merasakan penyimpangan genetik paling kecil.Perbanyakan vegetatif yang dipakai dan terbukti sukses pada budidaya buah naga ialah dengan stek batang. Perbanyakan dengan stek mempunyai tingkat keberhasilan bibit bertahan hidup lebih tinggi, pertumbuhannya lebih cepat, dan bibit yang dihasilkan berbobot | berbobot | berkualitas tinggi dengan genetik yang serupa dengan induknya. Selain tersebut teknik stek batang pun mudah dilakukan.

E. Penanaman buah Naga

Setelah tanah dan tiang panjatan dibuat, bibit yang sudah siap mesti segera ditanam di lahan. Penanaman mesti dilaksanakan dengan hati-hati.

Penanaman yang tidak benar akan menyebabkan bibit stress dan pertumbuhannya terhambat.

Perhatikan pada ketika penanaman media dalam polybag tidak boleh sampai pecah sebab akan menciptakan bibit kesuliatan beradaptasi dampak mengalami kehancuran akar.

Di samping itu, kedalaman penanaman idealnya 20% dari panjang bibit. Penanaman yang terlampau dalam akan menciptakan bibit gampang terserang penyakit busuk batang.

F. Pemeliharaan Tanaman Buah Naga

Dalam budidaya buah naga, pemeliharaan mesti tetap dilaksanakan secara teratur. Pemeliharaan tumbuhan merupakan hal penting yang menyokong keberhasilan budidaya. Upaya pemeliharaan pada budidaya buah naga secara intensif mencakup pengairan, penyulaman, pengikatan batang atau cabang, pemupukan susulan, pemangkasan, seleksi buah, sanitasi kebun, serta pengendalian hama penyakit tanaman.

Untuk pemupukan susulan dapat menggunakan Pupuk organik Nasa yang berupa POC Nasa + SUPERNASA + Hormonik yang dicampurkan dengan 50 % pupuk kimia yang biasa di pakai. Apabila tanaman telah berbuah ditambahkan Power Nutrition agar berbuah di luar musim serta mengawal kualitas buah naga tersebut.

Dan guna pengendalian hama dapat menggunaka pestisida organik NASA berupa Pestona, BVR, Aero 810.

G. Pengairan

Pada dasarnya tumbuhan buah naga tidak memerlukan irigasi khusus. Umumnya pengairan dilaksanakan dengan sistem tadah hujan. Oleh sebab akarnya yang paling lebat, sampai-sampai buah naga tahan terhadap kekeringan. Namun buah naga tetap membutuhkan air yang lumayan selama pertumbuhannya.

Kekurangan air sekitar fase vegetatif dapat menciptakan tanaman layu dan susah bertunas. Oleh karena tersebut penyiraman tetap dilaksanakan seminggu sekali sampai tanaman berumur 6 bulan. Bila situasi tanah terlampau kering, maka penyiraman dilaksanakan 2-4 hari sekali, tergantung pada situasi di lahan.

Pada fase generatif, yang ditandai dengan timbulnya bunga dan buah, maka penyiraman dilaksanakan setiap 10-14 hari sekali atau menyesuaikan situasi bila tanah terlampau kering. Kekurangan air pada fase ini dapat mengakibatkan bunga rontok dan buah yang terbentuk tidak sempurna. Penyiraman dilaksanakan pada pagi hari.

Di samping dengan penyiraman, pengairan juga dapat dilakukan dengan teknik penggenangan. Caranya yakni dengan perendaman air di parit sedalam tidak cukup lebih 20 cm. pemenuhan air di parit dilaksanakan selama 1-1,5 jam, setelah tersebut air di parit mesti segera dilemparkan atau dialirkan keluar.

H. Penyulaman Tanaman

Penyulaman merupakan pekerjaan mengganti tumbuhan yang mati diakibatkan karena serangan hama, penyakit, atau karena lain.

Tujuan dari penyulaman yaitu supaya tanaman dapat berproduksi optimal dan efisiensi lahan tetap tinggi. Penyulaman dilaksanakan pada usia 7 hari sesudah tanam sampai tanaman berumur 2 bulan.

I. Pengikatan Batang Atau Cabang

Letak batang atau cabang butuh diatur supaya pertumbuhan tumbuhan normal dan tidak salah bentuk. Pengaturan letak turut dominan terhadap kecepatan perkembangan tanaman.

Pengaturan dilaksanakan dengan pengikatan batang atau cabang ke tiang panjatan.

Pengikatan yang terlambat menciptakan pertumbuhan batang atau cabang melengkung dan tidak teratur. Akibatnya cabang produktif tidak tumbuh ke atas.

Pengikatan dilaksanakan setiap 20-25 cm ke tiang panjatan.

Tali pengikat dapat menggunakan tali rafia atau tali empuk lainnya dengan menyusun angaka 8.

Pengikatan tidak boleh terlalu kencang supaya batang atau cabang tidak terjepit yang dapat menyebabkan luka atau bahkan patah.

Selain tersebut tujuan pengikatan pun untuk memudahkan akar udara menempel pada tiang panjatan sampai-sampai memperkokoh posisi tanaman.

J. Pemupukan

Meskipun tanah telah meluangkan hara, akan namun ketersediaan haranya tidak memadai untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan tanaman selanjutnya. Oleh sebab itu, butuh diberi pupuk susulan atau pupuk tambahan.

Untuk pemupukan susulan dapat menggunakan Pupuk organik Nasa yang berupa POC Nasa + SUPERNASA + Hormonik yang di campurkan dengan 50 % pupuk kimia yang biasa di pakai.

Apabila tanaman telah berbuah ditambahkan Power Nutrition agar berbuah di luar musim serta mengawal kualitas buah naga tersebut.

Frekuensi pemberian pupuk dilaksanakan sedikitnya dua bulan sekali.

Untuk pengendalian hama dapat menggunaka Pestisida Organik Nasa yang berupa Pestona, BVR, Aero-810. Lakukan penyemprotan 15 hari sekali.

K. Pemangkasan Tanaman Buah Naga

Pemangkasan tumbuhan bertujuan guna memperoleh format yang baik sampai-sampai menunjang perkembangan yang baik.

Di samping itu, pemangkasan pun bertujuan untuk melemparkan bagian tumbuhan yang tidak produktif laksana cabang yang kerdil atau kurus.

Batang atau cabang yang tidak produktif bakal menghambat pembentukan tunas baru dan buah karena bersaing dengan batang produktif dalam mendapat hara.

L. Seleksi bunga dan buah

Tanaman yang telah mulai berbungan ditandai dengan timbulnya bunga pada cabang produktif.

Biasanya akan hadir lebih dari satu bunga.

Seleksi bunga dilaksanakan saat bunga masih kecil, sampai-sampai nutrisi tidak dipakai untuk pertumbuhan bunga yang dibuang.

Pilih 5-6 bunga yang sangat besar, sehat, berwarna cerah, dan segar pada masing-masing cabang produktif dengan jarak antar bunga tidak cukup lebih 30 cm.

M. Sanitasi Kebun

Sanitasi kebun merupakan pekerjaan membersihkan kebun dari gulma atau tanaman pengganggu, batang atau cabang bekas pangkasan, serta perawatan drainase irigasi supaya tidak memunculkan genangan air ketika musim hujan.

Tujuan dari Snitasi tersebut ialah untuk menangkal penyebaran hama penyakit, mengawal kelembaban areal pertanaman, dan pengurangi perebutan bagian hara antara tumbuhan buah naga dengan gulma.

Batang atau cabang bekas pangkasan segera dikoleksi dan dibumihanguskan saat melaukan pemangkasan.

Pengendalian gulma dilaksanakan dengan mengerjakan penyiangan berkala.

Pencangkulan di dekat titik tanam dilaksanakan dengan hari-hati supaya tidak merusak perakaran tumbuhan buah naga.

N. Pemanenan

Ciri-Ciri buah naga siap panen :

Umur buah menjangkau 50-55 hari semenjak setelah hadir bunga.
Warna kulit buah mengkilat dengan sisik berubah dari hijau menjadi kemerahan.
Mahkota buah sudah mengecil.
Kedua pangkal buah keriput dan kering.
Bentuk buah bulat sempurna dan besar dengan mutu diperkirakan 400-600 g.
Waktu panen dilaksanakan pada pagi hari antara pukul 06.00-09.00 atau senja hari antara pukul 15.00-17.00. Pemanenan buah naga dilaksanakan saat cuaca terang dan tidak hujan. Hindari panen pada situasi lembab sebab dapat merangsang serangan patogen pada ketika penyimpanan.

Pemanenan buah naga mesti dilaksanakan dengan benar untuk mengawal kualitas buah. Cara dan etape pemanenan ialah sebagai inilah :

Kenakan sarung tangan supaya tidak melukai kulit buah.
Gunakan gunting atau perangkat potong beda yang tajam untuk mencukur tangkai buah.
Potong buah tepat pada tangkainya, kerjakan dengan hati-hati, tidak boleh sampai melukai kulit buah maupun persimpangan tempat buah tersebut.
Bungkus buah yang sudah dipanen dengan koran dan ditaruh ke dalam keranjang dengan posisi tangkai buah menghadap ke bawah. Bagian bawah keranjang dilapisi dengan daun kering atau kertas koran.
Bagian atas buah pun dilapisi dengan daun kering atau kertas koran untuk meminimalisir tekanan buah pada lapisan di atasnya.
Tinggi lapisan buah tidak lebih dari 3 lapis supaya buah unsur bawah tidak menerima beban terlampau berat.

Pesan Paket Budidaya Buah Naga

Hubungi :

Agen Distributor Nasa Jambi Melani Pengiriman Keseluruh Indonesia

0856.0986.0882

Produk terbaru

Best Seller
Rp 300.000
Order Sekarang » SMS : 0856.0986.0882
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeCOSKIN
Nama BarangCollaskin Nasa
Harga Rp 300.000
Lihat Detail
Best Seller
Rp 200.000
Order Sekarang » SMS : 0856.0986.0882
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeCODRINK
Nama BarangCollaskin Drink Matcha
Harga Rp 200.000
Lihat Detail
Best Seller
Rp 150.000
Order Sekarang » SMS : 0856.0986.0882
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeNRJ
Nama BarangWA+62 856 0986 0882, Natural Royal Jelly Nasa | Royal Jelly
Harga Rp 150.000
Lihat Detail
Best Seller
Rp 23.000
Order Sekarang » SMS : 0856.0986.0882
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeENBEPE
Nama BarangSuplemen Otak ENBEPE
Harga Rp 23.000
Lihat Detail
Limited
Rp 120.000
Order Sekarang » SMS : 0856.0986.0882
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeNCP
Nama BarangSuplemen Penghilang Racun Natural Chlorophyllin
Harga Rp 120.000
Lihat Detail
Best Seller
Rp 25.000
Order Sekarang » SMS : 0856.0986.0882
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePGN
Nama BarangWA+62 856 0986 0882, Odol Herbal Nasa
Harga Rp 25.000
Lihat Detail
Best Seller
Rp 220.000
Order Sekarang » SMS : 0856.0986.0882
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeNCX
Nama BarangWA+62 8560986 0882, Crystal X Nasa
Harga Rp 220.000
Lihat Detail
Limited
Rp 50.000
Order Sekarang » SMS : 0856.0986.0882
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeSBMN
Nama BarangSerbuk Beras Merah SBM Nasa
Harga Rp 50.000
Lihat Detail
0856.0986.0882
0856.0986.0882
0856.0986.0882
admin@stokisnasajambi.com